Judul Buku: Gosht Dormitory In Sydney
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Tahun Terbit: 2014
Halaman: 180
ISBN: 978-602-242-441-3
Genre: Fantasi-Horor-Sci-Fi
Penerbit: PT. Mizan Pustaka
Sumber: Ipusnas
Sinopsis Fantasteen: Gosht Dormitory In Sydney-Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ichabod Kelly, seorang anak peneliti yang tidak mengetahui detail pekerjaan ayahnya. Dia menjalani kesempatan-kesempatan baru dalam hidupnya yang muram. Hal tak terbayangkan, dia mendapat beasiswa dan bergabung dalam sekolah berasrama.
Bersama Peter Cyning, Kelly mengalami pengalaman aneh berkaitan dengan pekerjaan ayahnya yang meneliti suku aborigin. Dia bertemu baiame di menara kelima, menara yang terlarang dimasuki siapapun. Ketidaktahuan Kelly, menyebabkan sekolahnya hancur!
Resensi Novel Fantasteen: Gosht Dormitory In Sydney-Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Dimulai dari tokoh bernama Ichabod Kelly. Dia anak dari seorang peneliti atau sebut saja ayahnya. Sebagai anak peneliti di Australia, tentu tempat tinggalnya tidak tetap. Sering kali berpindah-pindah dari tempat satu dan tempat yang lain. Tapi terakhir dia tinggal adalah di Tasmania, sebuah pulau di wilayah Australia yang merupakan sebuah daerah yang ditempati banyak penduduk. Tapi kini dia pergi ke Sydney untuk memperbaiki banyak hal. Kesempatan ketiga itu tidak mau Ichabod sia-sia kan. Hidupnya selama dua tahun terakhir amatlah kelam. Tapi setelah dibebaskan dia akhirnya mengulang kembali sekolahnya di umur ke 16 untuk kelas 7. Yah dua tahun yang kelam, Ichabod berharap kesempatan ketiga itu peruntungan terakhir miliknya. Dia berkesempatan sekolah berasrama karena mendapat beasiswa. Di awal sekolahnya ia tidak masuk pada jam pelajaran pertama dia justru bertemu dengan anak satu angkatan tapi lebih muda darinya sedang diganggu oleh sekolompok geng kecil yang cokak. Di ketua oleh anak bernama Mitchell. Dan anak yang diganggu itu bernama Peter Cyning.
Sekolah itu bernama Brooksbank. Ada 4 asrama di san. Pertama, Jean-Paul Sartre yaitu asrama bahasa, William Braggh asrama sains, Neile Melba asrama kesenian dan terakhir yang paling banyak dimintai yaitu Henry Dunant asrama politik dan ilmu pengetahuan. Ichabod berada di asmara William Braggh sedangkan Peter berada di asrama Neile Melba tapi siapa sangka mereka justru berada dalam satu kamar. Setelahnya mereka menjumpai prefek mereka atau bisa dikatakan ketua asrama. Angus yang penuh prestasi gemilang dan prefect dari asrama Henry Dunant, Beau dari asrama William Braggh, Archer si sahabat dekat Beau dari Jean-Paul Sartre dan Darcy yang penuh elegan dari Neile Melba.
Mereka mendiskusikan berbagai hal kepada Ichabod yang baru saja menjadi murid baru. Dari peraturan-peraturan yang wajar sampai yang terlarang. Yaitu jangan masuk ke menara kelima. Hah, di Brooksbank ada lima menara dari 4 asrama yang ada. Beberapa orang percaya mengapa menara itu tidak boleh dimasuki karena ada harta curian. Bisa dibilang ada harta karun, tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa membuktikannya sebab tidak ada yang berani masuk. Namun jiwa detektif Ichabod bergelora, dia ingin sekali mengetahui isi dari menara kelima itu. Tapi Peter yang tidak ingin ikut campur melarang Ichabod untuk pergi ke sana. Sampailah geng Mitchell menantang Ichabod untuk masuk ke menara itu. Meski dihalangi oleh tubuh Peter yang kecil, Ichabod nekat pergi ke sana. Karena imbalannya jika dia bisa masuk ke sana Peter tidak akan diganggu oleh geng-nya.
Akhirnya dengan sedikit keberanian Ichabod masuk ke dalam menara kelima itu. Di puncaknya dekat dengan pintu utama ada lukisan aneh. Gambar sosok makhluk berkepala bulat berhiaskan hiasan kepala besar dan lengan yang sangat panjang. Matanya tertutup dan bulu matanya seperti bulu burung. Dan tiba-tiba sosok dari gambar itu muncul dari dalam lukisan, tangannya yang panjang memaksa mencengkram Ichabod yang hendak kabur. Dan semua gelap, Ichabod tidak ingat apa-apa selain bahwa dari atas menara dia melihat Beau memandangnya dari kamarnya.
Ichabod memiliki beragam rahasia, alasan mengapa dia dikeluarkan dari sekolah 2 tahun berturut-turut. Dia dulu anak yang sama seperti Peter, sering diganggu dan dibully. Tapi suatu hari Ichabod hilang kendali dan memukuli anak yang mengganggunya. Dan sampai sekarang dia masih koma. Dan dia dipenjara. Lalu tahun berikutnya sama tapi kejadian itu berada di Lab, tanpa sengaja dia menjatuhkan cairan yang membuat dia membakar lab itu dan dibawa kepenjara lagi. Sampai akhirnya dia mendapat beasiswa untuk bersekolah di Brooksbank.
Tokoh yang sampai ini paling kusukai adalah Beau. Dia prefek asrama William Braggh. Dia berwajah masam, suram, dingin, tapi dibalik itu dia sebenarnya prefek terbaik yang mempedulikan orang lain. Tidak seperti Angus yang meski terlihat ramah dan bersahabat namun dia hanya mempedulikan dirinya sendiri dan prestasi yang dibanggakannya. Malam hari di aula kejadian mencekam terjadi. Kursi, meja, piring, dan alat makan bertebangan ke atas dan bergerak sangar ke sana-sini. Anak-anak di aula saling berteriak ketakutan.
Lalu esoknya kejadian horor terjadi lagi, puluhan baki yang harusnya berisi makanan justru berubah menjadi bangkai binatang yang busuk, semua isinya tampak. Membuat bau busuk menyengat ruang makan itu. Beberapa anak yang tidak kuat pingsan di sana-sini. Hari itu gaduh dengan kejadian aneh yang belum pernah terjadi. Lalu terdapat sosok aneh di ruangan kesenian Neile Melba. Sosoknya seperti hantu dan di sana ada lukisan yang sama seperti yang ada di menara kelima. Lukisan itu bintik-bintik, khas suku Aborigin yang dinamai Baiame. Lalu musik yang dimainkan oleh sosok anak laki-laki tadi adalah Didgeridoo, ya itu alat musik khas suku Aborigin.
Beau tergeletak di bawah kasur dengan mulut terbuka yang mengeluarkan banyak bulu. Kamar Beau terlihat berantakan sepertinya dia kejang-kejang sebelumnya. Dari banyak anak di asrama William Braggh Beau yang paling sibuk lalu dia syok dan pingsan. Namun bulu-bulu yang keluar dari mulut Beau membuat keadaannya semakin parah. Ichabod yang pertama kalinya merasakan kejadian ini tidak kebetulan, apalagi ternyata bulu itu adalah bulu Emu, burung khas suku Aborigin.
Setelah itu di menara milik Henry Dunant gempa bumi terjadi. Ketiga prefek itu sibuk berteriak menenangkan anak-anak yang sibuk berteriak ketakutan. Tes... tiba-tiba ada darah keluar dari tembok, dari atas atap dan membuat kegelapan total itu semakin mencekam. Ichabod berusaha menenangkan Peter yang dilanda ketakutan. Menyuruhnya untuk berdoa jika bencana ini segera berhenti. Dan benar saja, tetesan darah dari atas atap berhenti. Tapi digantikan oleh bercak darah yang membentuk sebuah tulisan dalam bahasa Aborigin. Yang artinya 'Tolong Kami'
Lalu berganti hari kejadian aneh terjadi lagi. Ada suara nyanyian yang semakin lama seperti suara lolongan kesakitan. Itu berasal dari suara alat musik khas suku Aborigin yang dinamai Didgeridoo. Suara itu membuat kuping semua anak yang mendengarnya kesakitan dan mengeluarkan darah. Ichabod dari awal kejadian itu berusaha melindungi Peter kecilnya. Ichadob sudah menganggap Peter seperti adiknya sendiri. Setelah suara itu berhenti kejadian mengerikan lagi-lagi terjadi. Menara William Braggh roboh tanpa sisa. Untungnya semua anak bisa menyelamatkan diri. Di menara William Braggh tidak ada seorang pun yang merasakan gempa tapi tiba-tiba saja bangunan itu mulai roboh. Belum selesai dari itu berita duka menyelimuti anak-anak William Braggh. Prefek mereka, Beau telah tiada. Dia meninggal di rumah sakit tempat ia dirawat. Kejadian itu terus menerus berdatangan.
Ichabod tidak bisa tinggal diam, semua ini pasti ada hubungannya. Setelah kejadian bertubi-tubi itu Ichabod dan Peter dituduh habis-habisan apalagi Archer yang begitu percaya seperti Beau sudah menyerah dan terlanjur kecewa. Sore hari itu akhirnya Ichabod dan Peter menemukan petunjuk. Asal muasal sekolah mereka. Tentang siapa sebenarnya Peter dan keluarganya, tentang anak-anak suku Aborigin yang dikurung sampai mati, kejahatan Brooksbank sampai kebenaran apa yang telah diteliti oleh ayah Ichabod. Lalu mengapa bisa pertemuan Ichabod dan Peter itu membawa perubahan besar di kehidupan mereka.
Karya-karya Ziggy Z. Memang mengundang banyak daya tarik. Ini karya kedua yang aku baca setelah Lucid Dream. Aku tidak bisa move on dari buku yang pertama sehingga untuk membaca seri fantasteen yang ini beberapa kali tertunda dengan jadwal baca yang padat. Ouh ya ini buku dengan rekor tercepat yang aku baca, beberapa hari saja sudah cukup untuk menuntaskannya. Tidak perlu bertele-tele Ziggy menjabarkan cerita dengan ciri khasnya yang apik. Beau tokoh kesukaanku harus mati, huft. Pada bagian itu aku sungguh sedih dan menahan tangis. Apalagi ketika kebenaran gelap dan menyedikan dari sekolah itu terungkap. Tapi jujur ini keren banget dan hampir mirip-mirip sih sama Harry Potter. Aku kasih bintang 4,3/5. Semoga ini bisa jadi rekomendasi kalian yang menyukai novel fantasi. Salam Fantasteen!


Komentar
Posting Komentar