Langsung ke konten utama

Resensi Novel Lucid Dream by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie




Judul Buku: Lucid Dream

Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Penerbit: PT. Mizan

Tahun Terbit: 2013

Jumlah Halaman: 166

ISBN: 978-602-242-191-7

Genre: Horor-Fantasi

Status: E-book pinjaman

Baca di aplikasi Ipusnas 

Sinopsis Novel Lucid Dream- Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Aku menceritakan hal ini kepada teman-temanku, tapi mereka malah ketakutan. Kemudian, mereka mulai mengataiku sinting. Dan parahnya, kini aku sendirian. Teman-temanku yang manusia ternyata lebih mengerikan daripada makhluk halus yang kuhadapi. Masih lebih baik satpam tanpa kepala yang kutemui di koridor, atau guru IPA yang kepalanya meledak di laboratorium …

… atau siswa yang lehernya tergantung di ruang musik.

Satu-satunya manusia yang waras adalah Chris. Dia tercipta sama sepertiku. Bahkan, kemampuan supernaturalnya lebih keren daripada aku. Kami berdua sepakat untuk menguak rahasia kemampuan aneh kami. Namun … semakin banyak kami mencari informasi, semakin banyak makhluk halus gentayangan yang menyerang kami. Haruskah kami lanjutkan? Eh, tunggu … apa itu di belakangmu?

***


Resensi Novel Lucid Dream-Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie




Prolog

Novel bertema horor misteri ini adalah novel horor pertama kali aku baca. Bukan tipeku membaca hal horor seperti ini tapi melihat banyak yang mengantri di Ipusnas membuatku penasaran... wah, kayaknya seru deh! Setelah aku cek ulasannya cukup membuatku tertarik pada novel yang aku pikir awalnya tidak bergenre horor. Sebab novel horor, film horor paling tak kuminati. Ya iyah coba, adikku sendiri yang sering nawarin aku untuk menonton Train To Busan-yang nggak horor banget gitu tetap saja aku menolak untuk menonton. Tapi dengan segala rasa ingin tahu dan mencoba nuansa baru aku mencoba keluar dari zona aman dan mulai membaca seri Fantasteen karya Kak Ziggy.

The Story

Apa yang bisa kalian pikir dari anak 5 tahun yang mempunyai kekuatan supranatural. Di umur paling kecil sebelum itu masih hidup layaknya anak-anak biasa, semua hal biasa yang menjadi luar biasa di dalam pikiran anak kecil. Semuanya sirna ketika Nadine mengalami kecelakaan. Ia adalah tokoh utama dalam novel ini yang memiliki penglihatan supranatural. Itu terjadi ketika ia sedang pergi berlibur dengan Ayah-Ibunya. Nadine memiliki boneka beruang yang dinamai Cornstarch. Atau kata Nadine kalian bisa memanggilnya 'Sir', kata Nadine yang mengatakan bila boneka beruang itu ingin dipanggil Sir Cornstarch. Wkwkwk aneh yah? Sama aju juga demikian. 

Tapi intinya Nadine menganggap boneka beruangnya itu hidup dan saling berbicara dengan pemiliknya. Anggap seperti anak kecil usia tahun yanv sedang seluas-luasnya menjelajah imajinasi. Oke dari cerita selanjutnya ternyata Sir Cornstarch juga kebelet pipis (hanya imajinasi Nadine ya) dan meminta Ibunya untuk menyuruh Ayahnya menepi. Tapi sebelum Ibunya membalas permintaan anaknya sebuah truk besar melaju dari arah berlawanan dan tiba-tiba melaju di arah mobil Ayah Nadine, dan kecelakaan hebat itu terjadi.

Satu keluarga itu dibawa ke rumah sakit, dan naas Nadine-lah yang paling parah keadaannya. Dia tidak bisa melihat kembali. Setelah itu Nadine berhasil menjalankan operasi untuk transplantasi kornea matanya. Dan barulah beberapa waktu yang lama dia bisa melihat normal kembali. Tidak selamanya normal sebab... dia melihat sesuatu yang tak dapat terlihat.

Selama itu Nadine ketakutan sebab di manapun ia berada ada banyak pasang mata supertejam yang menatapnya kapan pun. Nadine menceritakan itu pada teman-temannya tapi mereka justru ketakutan dan menganggap Nadine sinting. Dia jadi mulai menyendiri. Teman-temannya menjauhinya karena Nadine bersikap bukan seperti anak lainnya. Bukan-tapi justru hidup di dunia di mana orang-orang mati itu bergentayangan.

Ketika masuk SMP Nadine tak merasakan perubahan. Tetap saja teman-temannya menganggapnya orang sinting. Bahkan ada yang pura-pura ingin menyakan apakah Nadine bisa melihat, Nadine menjawabnya Iya. Berharap mereka mengerti. Tapi sama saja pada akhirnya Nadine hanya akan dikurung di gudang dan menguncinya, membiarkan Nadine di dalam ketakutan, meraung-raung hingga pak petugas kebersihan yang menemukannya.

Ketika kelas 2 SMP keluarga Nadine memutuskan pindah ke kota baru. Di sana ia mendapatkan suasana yang lebih baik. Dia mendapatkan 2 teman dekat cewek, Alice dan Rosie. Dan satu orang laki-laki misterius. Menggunakan kaca mata hitam, datang terlambat ke sekolah, membakar roti dengan obor elektrik di depan guru dan teman-temannya, penyuka sejarah, itulah ciri-cirinya. Tapi ada ciri-cirinya yang lain yang tak terlihat, apa itu?

Yah tenyata Chris, Christopher Locket memiliki indra keenam sama seperti Nadine. Tapi jauh lebih hebat dari melihat yang tak kasat mata. Chris mampu mendengar suara hantu-hantu, bahkan lebih dari itu-dia bisa mendengar suara hati manusia, mendengar tapak kaki orang yang sedang berjalan berpuluh-puluh km darinya, atau suara peluit yang jaraknya bermil-mil.

Kesamaan peristiwa yang mengakibatkan Nadine dan Chris bisa melihat makhluk halus membuat mereka bekerja sama. Chris menganggap bahwa kejadian itu, kecelakan itu, dan donor mata itu bukanlah kebetulan. Akhirnya mereka memustuskan untuk bekerja sama memecahkan misteri yang terjadi. Mereka mencobanya dengan meriset rumah sakit tempat mereka didonorkan matanya, kejadian tabrakan itu terjadi, tanggal, dan siapa pendonornya.

Tapi perjuangan mereka harus dilalui dengan kehadiran makhluk halus yang penasaran di sekolahnya. Mereka harus menyelamatkan para hantu-hantu itu dari kecemasan yang masih tertinggal di dunia sebelumnya. Dan mungkin ini adalah satu cara untuk bertanya tentang bagaimana mereka berdua bisa memiliki kekuatan paranormal. Misi pertama mereka adalah si hantu tukang bersih di tangga. Kata Chris orangnya galak, dia memuntahkan isi perutnya ke lantai tangga lalu mengepelnya. Lagi dan lagi. 

Yang pasti itu bukan muntahan yang biasa kalian banyangkan. Isinya... sudah ah! Terlalu menjijikan bila aku jabarkan. Baca saja sendiri. Chris yang mempunyai indra lebih banyak dari pada Nadine mendengar petugas kebersihan itu berbicara, melihat kilas hidupnya yang membuat dia meninggal tragis seperti itu. Akhirnya misi mereka berhasil.

Target kedua seorang anak laki-laki di toilet perempuan yang terus menenrus menceburkan kepalanya di kloset wc. Itu adalah cara kuno orang dulu dalam menganiaya seseorang. Dalam misi itu Nadine tertimpa masalah cukup besar ketika dia berusaha sendiri untuk menyelesaikan misinya tanpa Chris. Tapi hal malang terjadi, untung saja Chris yang memiliki pendengaran tajam berhasil menemukan Nadine yang terus menjerit karena hampir dihisap dengan mulutnya yang lebar oleh anak laki-laki itu. Mereka gagal dalam misinya itu.

Kemudian yang paling menegangkan adalah terget berikutnya seseorang di laboratorium yang kepalanya pecah kerena belum berhasil menyelesaian penelitiannya. Mereka akhirnya berhasil menyelesaikan misi itu. Tapi mereka masih belum menemukan satupun hal yang bisa mereka simpulkan bersama. Tapi mendekati bab akhir kejadian dan konflik. Ada beberapa kejadian yang tiba-tiba terjadi dan tidak dijelaskan alasannya membuatku bingung... tapi kejadian berikutnya membuat semuanya jelas. Dan ingin sekaliku menangis, semuanya terasa sedih. 

Nadine harus pergi. Rasanya berat sekali. Tapi hal tak terduga terjadi! Membuatku semakin tidak bisa mempercayainya. Kenapa? Kenapa harus? Ouh ya ampun Kak Ziggy, sepatutnya aku tak perlu menangis. Tapi kenapa dia? Kenapa endingnya begini?

Semuanya campur aduk! Kesal sekali dengan endingnya. Ngga ada lanjutannya lagi, ya ampun Nadine... kenapa? Ternyata sebenarnya petualangan Chris dan Nadine itu....












berada di dalam mimpi. Tapi mimpi siapa? Selamat berpetualangan di karya Kak Ziggy!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quotes Berharga dari Buku: Berani Tidak Disukai

    Buku ini mengingatkanku akan novel filsafat karya Jostein Gaarder berjudul Dunia Shopie yang tebalnya bisa buat bantal tidur. Halamannya ngga terlalu banyak cuman 300-an, terus isinya condong ke arah psikologi dan juga filsafat. Gaya penyampaian yaitu dengan diskusi dua arah antara filsuf dan seorang pemuda. Anonim saja. Terkait tokoh tidak perlu dipusingkan. Karena sorot utama dari buku ini adalah isinya. Kenapa bisa mirip (sedikit) dengan Dunia Shopie? Itu disebabkan pendekatan solusi yang diberikan penulis pada buku ini menggunakan dialog atau diskusi. Jadi langsung to the point antara sang tokoh alias pemuda yang gelisah dengan hidupnya yang terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan kepada sang filsuf. Hal yang sama berlaku pada Shopie yang menanyakan hakikat hidup, dunia dan seisinya pada seorang filsuf dengan media surat. Intinya keduanya mengarah ke satu titik yakni :Why? Alias bertanya. Untuk memahami buku ini tidak cukup satu kali, bahasanya yang cu...

Review Novel: Ranah 3 Warna

Hey kembali lagi dengan aku yang sudah menghilang tak kembali pulang... Pertama-tama aku buat blog ini secara tidak sengaja. Bagi kalian yang sudah mengikuti akun ig ku mungkin tahu lah ya... kalau aku adalah reviewer... booksgramer atau apalah itu. Dan kali ini aku mau review novel yang baru selesai kubaca. Ini novel best benget deh, saking bestnya reviewku gak muat di caption Ig. Karena aku gak tahan buat agak sedikit spoiler, aku masukin review selengkapnya di blog ini. Semoga setelah membaca reviewku kalian tertarik membacanya. Tapi sejujurnya aku pingin minta kalian baca novelnya karena bagus banget. Simak reviewku di bawah ini ya.. 🍁🍁🍁 Novel Ranah 3 Warna ini merupakan buku ke dua dari trilogi novel Negeri  5 Menara yang fenomenal. Menceritakan kembali perjuangan Alif si mantan anak Pondok Madani yang memiliki impian seperti BJ. Habibie yang bisa berkuliah di ITB jurusan Penerbangan dan bisa merantau ke negeri orang yaitu Amerika. Tapi sebagai anak lulusan pondok, dia haru...

REVIEW NOVEL TERE LIYE: HUJAN

Tebak kapan terakhir kali aku membaca karya Tere Liye? Bulan Januari! Tidak begitu lama ya kan. Sekarang novel Hujan karyanya baru saja kutamatkan. Semenjak membaca dari awal hingga pertengahan aku merasa ada yang mengganjal alias kurang sreg. Aku senang ketika kebagian juga membaca buku itu, tidak terhitung lagi hampir 2 tahun lebih mengantre tidak dapat-dapat saking banyaknya yang ingin meminjam. Dulu meminjam pertama di Ipusnas, gila betul ada puluhan ribu orang mengantre buku itu. Se hit apa sih? Apa betul seperti kata orang-orang kalau novel Hujan itu sebagus itu? Mendem ngantre di Ipusnas aku beralih ke RBK. Sama-sama antre tetapi lebih baik. Toh setelah hampir 1 tahun aku dapat juga.  Dari segi alur nya emang ringan tapi anti mainstrem yakni kehidupan manusia tahun 2040 yang semuanya serba canggih, pakai teknologi, tenaga manusia mulai jarang dipakai (ini bagian yang paling ngga aku suka, rasanya pengin protes), ilmu pengetahuan menjadi solusi utama umat manusia. Namun berb...