Langsung ke konten utama

Resensi Novel Bumi by Tere Liye



Judul Buku: Bumi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2014

Jumlah Halaman: 440

ISBN: 978-602-03-3295-6

Genre: Fiksi-Fantasi

Sumber: Ipusnas

Baca di aplikasi Ipusnas 

Sinopsis Novel Bumi- Tere Liye

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam, Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak,

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil.

Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Resensi Novel Bumi by Tere Liye




Akhirnya setelah berbulan-bulan mengantri novel ini di Ipusnas tepat kemarin sebelum aku memutuskan meresensinya aku memperoleh novel ini dalam sebuah keberuntungan. Jangan disangka ini pertama kalinya aku baca, sebelumnya aku sudah pernah membaca sampai halaman 260. Tapi harus berakhir karena masa pinjaman sudah habis. Nah jadi aku akan kembali berpetualangan dengan Raib, Seli dan Ali dalam novel pertama karya Tere Liye!

Raib, gadis remaja biasa yang memiliki hal istimewa. Semua berawal ketika usianya 2 tahun. Di saat Raib dan Ayah Ibunya sedang bermain petak umpet. Saat itu juga Raib yang harus bersembunyi berlari dan hinggap di samping lemari yang mudah sekali jika ditemukan. Raib meletakkan kedua telapak tangannya ke wajah dan.... Raib tidak ditemukan. Ah maksudku itu tidak ketemu saat orang tuanya bergiliran menjadi penjaga yang harus menemukan Raib. Lama sekali di kamar itu mereka berputar-putar mencari anaknya tapi tidak ketemu-ketemu. 

Ketika Raib melepaskan telapak tangan dari wajahnya Ibunya berseru. "Astaga Raib? Ternyata kamu ada di situ?" Atau "Aduh Raib. Bagaimana kamu bisa ada di sini? Kami dari tadi melewati tempat ini, tapi kami tidak melihatmu." Berbagai momen aneh itu tidak pernah disadari oleh Raib sendiri. Pikiran kecilnya hanya sampai bila orang tuanya berpura-pura tidak melihatnya. Yah rahasia besar itu akhirnya disadari Raib. Dia memustuskan untuk menyimpannya rapat-rapat. Sampai dia remaja rahasia itu terbuka sering berjalannya waktu. Kedua orang tuanya juga sering heran, tapi mereka tidak ambil pusing masalah pada putrinya itu.

Ali, si biang kerok di sekolahnya itu akhirnya tahu rahasia besar tepat di mana lika-liku kekuatannya berasal. Semuanya jadi berantakan Ali si jenius biang kerok itu semakin ingin tahu tentang Raib yang tiba-tiba bisa muncul di lorong kelas ketika sedang di hukum oleh Miss Keriting, ups itu adalah nama guru matematika Raib dan Ali. Aku ikut terkejut ketika orang misterius itu menyapa Raib dan membuat rahasia besarnya diketahui oleh Ali.

Kejadian berikutnya lagi lebih mengerankan. Sadari kecil Raib mempunyai 2 kucing. Si putih dan si Hitam. Tapi hari itu si hitam menghilang, atau lebih tepatnya dari dulu tidak ada si hitam. Raib mencari-carinya kemana-mana namun tak kunjung ditemukan. Ditambah sebenarnya Ibu dan Ayahnya tidak pernah menganggap atau melihat ada 2 kucing di rumahnya. Hanya ada si putih.

Lalu ketika di keluarga Raib banyak masalah jerawat kecil di dahinya muncul. Hahaha, unik sekali Raib itu punya jerawat kalau ada masalah, tidak-tidak maksudku masalah besar lebih serius. Tapi ini menarik di malam harinya ketika dia berusaha menghilangkan jerawat merepotkan itu, hal mencengangkan terjadi. Jerawat itu hilang dan orang asing siang tadi yang membuat dia melepaskan tangannya dari wajahnya muncul di cermin. Semuanya semakin menarik, waw!

Selepas pertemuannya dengan orang asing itu banyak sekali peristiwa aneh terjadi. Apalagi si Ali itu mulai mulai memasang kamera di rumah Raib dan ingin mencari tahu apakah Raib benar-benar bisa menghilang. Kucing hitamnya ternyata adalah bagian dari rencana orang asing itu untuk mengawasi Raib.
Konflik menegangkan di mulai, di halaman belakang sekolahnya terlihat para petugas PLN yang sedang memperbaiki Gardu Listrik. 

Peristiwa buruk terjadi, nampaknya gardu listrik yang sedang diperbaiki itu terbakar. Seketika itu tiang-tiang listrik yang berada di disampingnya mulai roboh. Tanah di sekitarnya ikut bergetar hebat, sebentar lagi para warga yang penasaran minta ampun bisa datang lebih kilat dan membahayakan nyawanya sendiri.

Kebetulan Raib dan Seli berada di dekat kejadian itu. Mereka berlari menyelamatkan diri. Tapi bongkahan tiang berbalut listrik menyerbu mereka cepat. Seli berlari di depan Raib yang meringkuk ketakutan. Lalu mengangkat tangannya, yang dialiri aliran listrik yang meletup-letup dengan cepat Seli menangkisnya tanpa ragu ke tembok sekolahnya. Dua-tiga tiang berhasil diha lau. Tapi ada satu tiang besar di atas mereka tanpa aliran listrik namun cukup untuk menghancurkan mereka. 

Momen menegangkan itu membuat keduanya tidak punya cara lain kecuali lari, tapi tiang itu semakin dekat. Seli yang ketakutan memeluk tabuh Raib yang kini mengangcungkan tangan ke atas dan dia berseru. "Hilanglah!" Seluruh tiang itu lenyap seketika. Ali datang menyambut mereka yang masih gemetaran. Semuanya runyam bila mereka tidak pergi. Penduduk akan segera mendekat, mobil pemadam akan segera tiba. Kehadiran Ali membantu mereka kabur dari suasana yang akan berlangsung di menit setelahnya.

Mereka pergi melarikan diri menuju aula sekolah untuk menghindari para warga yang menuju ke sana. Tapi masalah mereka belum usai datang orang-orang berpakaian hitam yang dipimpin oleh Tamus. Dan di sana Tamus orang miterius itu datang ke bumi katanya ingin menjemput Raib. Memang Raib itu siapanya coba? Heh tapi agaknya memang dia punya hubungan khusus dengan dunia lain. Mendengar itu Raib tentu saja menolak, dan tak terhindarkan dengan perlawanan. 

Raib melawan sekuat tenaga dengan kemampuan meloncat dan memukul, lalu Seli dengan kekuatan sambaran petir daei tangannya, dan Ali... em apa yah? Oih ya karena tidak mempunyai kekuatan seperti temannya tapi dengan keberanian dia melawan pasukan Tanus dengan alat pemukul seadanya.

Sampai bantuan datang. Miss. Selena tiba. Rupanya dia dulu adalah salah satu murid Tamus. Tapi dia berkhianat karena merasa ajarannya telah menyimpang( itu akan dijelaskan pada akhir buku ini). Selesai dari drama itu Miss. Selena melawan sendirian Tamus dan berusaha menolong ketiga muridnya dengan buku PR matematika Raib yang misterius yang membawanya ke tempat yang di sebut-sebut sebagai dunia paraler, di klan bulan.

Mereka terjebak di rumah orang asing di dunia itu. Untunya rumah itu dihuni oleh orang-orang baik dan cukup terkenal pada kotanya. Namanya Ilo kepala keluarga di rumah itu, lalu Vey istrinya dan anak keduanya Ou. Mereka ternyata memang orang yang baik terbukti beberapa hari singkat di sana mereka langsung akrab dengan ketiganya. Awal mulanya mereka mengganggap Raib, Seli, dan Ali sama seperti anak-anak pada negerinya.

Ketika Ilo berusaha membantu mereka pulang ke lorong berpindah, (sejenis alat transportasi yang jauh lebih canggih atau lubang hitam yang akan membawa kita melalui lorong gelap untuk berpindah tempat lebih cepat). Tapi Ilo segera tahu kebenarannya dan membawa mereka bertiga ke tempat paling tepat untuk masalah rumit ini. 

Mereka pergi ke perpustakaan, bukan seperti banyangan kalian tentang perpustakaan biasa. Tapi ini jauh lebih besar ketimbang perpustakaan yang ada di bumi mungkin mirip kastil. Akhirnya mereka bertemu dengan Av seorang pustakawan lanjut usia yang tahu akan segala pengetahuan di seluruh dunia.

Mereka dibawa keruang bagian terlarang yang sangat sulit untuk masuk ke dalamnya. Sehinggalah rahasia besar terkuak dan pada saat yang sama muncunlah pemberontakan kekuasaan oleh orang-orang yang setia pada Tamus. Dan mereka memaksa masuk ke dalamnya. Sebelum Tamus mengetahui keberadaan mereka bertiga, akhirnya mereka pergi keluar perpustakaan melalui jalan rahasia.

Dan bebarapa menit kemudian keadaaan si kota itu rusuh seketika bahkan keseluruh negeri. Tidak ada pilihan lain selain menghindar, sampai-sampai mereka bertempat melewati banyak rintangan dan hal menengangkan sekaligus menakjubkan untuk aku baca. Sehinggalah mereka aman dan tiba di sebuah rumah yang jauh dari kota. Satu hari kemudian Av dan salah satu panglima pasukan bayang muncul di perapian rumah itu dan menceritakan kejadian lengkapnya.

Tapi yang buruk Miss. Selena rupanya masih disekap di sana. Tanpa pikir panjang Raib nekat pergi ke perpustakaan yang sudah tidak seperti sedia kala demi menolong gurunya. Sampailah pertarungan dan kebenaran yang benar-benar sebenarnya. Hal yang justru hampir 180° berbeda dari apa yang dikatakan Av. Dan itu membuat pertarungan pecah. Ketika Raib dan Seli kewalahan mengatasi pertarungan itu. Ali justru memberikan kejutan sekaligus misteri selanjutnya.

Kelebihan:
1. Kejadian yang disajikan selalu menegangkan dan terkadang tak terduga.
2. Karakter yang dimunculkan sangat pas dengan novel petualangan karya pertama Tere Liye ini.

Kekurangan:
1. Alur yang disajikan di awal-awal bab terkesan lambat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quotes Berharga dari Buku: Berani Tidak Disukai

    Buku ini mengingatkanku akan novel filsafat karya Jostein Gaarder berjudul Dunia Shopie yang tebalnya bisa buat bantal tidur. Halamannya ngga terlalu banyak cuman 300-an, terus isinya condong ke arah psikologi dan juga filsafat. Gaya penyampaian yaitu dengan diskusi dua arah antara filsuf dan seorang pemuda. Anonim saja. Terkait tokoh tidak perlu dipusingkan. Karena sorot utama dari buku ini adalah isinya. Kenapa bisa mirip (sedikit) dengan Dunia Shopie? Itu disebabkan pendekatan solusi yang diberikan penulis pada buku ini menggunakan dialog atau diskusi. Jadi langsung to the point antara sang tokoh alias pemuda yang gelisah dengan hidupnya yang terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan kepada sang filsuf. Hal yang sama berlaku pada Shopie yang menanyakan hakikat hidup, dunia dan seisinya pada seorang filsuf dengan media surat. Intinya keduanya mengarah ke satu titik yakni :Why? Alias bertanya. Untuk memahami buku ini tidak cukup satu kali, bahasanya yang cu...

Review Novel: Ranah 3 Warna

Hey kembali lagi dengan aku yang sudah menghilang tak kembali pulang... Pertama-tama aku buat blog ini secara tidak sengaja. Bagi kalian yang sudah mengikuti akun ig ku mungkin tahu lah ya... kalau aku adalah reviewer... booksgramer atau apalah itu. Dan kali ini aku mau review novel yang baru selesai kubaca. Ini novel best benget deh, saking bestnya reviewku gak muat di caption Ig. Karena aku gak tahan buat agak sedikit spoiler, aku masukin review selengkapnya di blog ini. Semoga setelah membaca reviewku kalian tertarik membacanya. Tapi sejujurnya aku pingin minta kalian baca novelnya karena bagus banget. Simak reviewku di bawah ini ya.. 🍁🍁🍁 Novel Ranah 3 Warna ini merupakan buku ke dua dari trilogi novel Negeri  5 Menara yang fenomenal. Menceritakan kembali perjuangan Alif si mantan anak Pondok Madani yang memiliki impian seperti BJ. Habibie yang bisa berkuliah di ITB jurusan Penerbangan dan bisa merantau ke negeri orang yaitu Amerika. Tapi sebagai anak lulusan pondok, dia haru...

REVIEW NOVEL TERE LIYE: HUJAN

Tebak kapan terakhir kali aku membaca karya Tere Liye? Bulan Januari! Tidak begitu lama ya kan. Sekarang novel Hujan karyanya baru saja kutamatkan. Semenjak membaca dari awal hingga pertengahan aku merasa ada yang mengganjal alias kurang sreg. Aku senang ketika kebagian juga membaca buku itu, tidak terhitung lagi hampir 2 tahun lebih mengantre tidak dapat-dapat saking banyaknya yang ingin meminjam. Dulu meminjam pertama di Ipusnas, gila betul ada puluhan ribu orang mengantre buku itu. Se hit apa sih? Apa betul seperti kata orang-orang kalau novel Hujan itu sebagus itu? Mendem ngantre di Ipusnas aku beralih ke RBK. Sama-sama antre tetapi lebih baik. Toh setelah hampir 1 tahun aku dapat juga.  Dari segi alur nya emang ringan tapi anti mainstrem yakni kehidupan manusia tahun 2040 yang semuanya serba canggih, pakai teknologi, tenaga manusia mulai jarang dipakai (ini bagian yang paling ngga aku suka, rasanya pengin protes), ilmu pengetahuan menjadi solusi utama umat manusia. Namun berb...