Judul Buku: Winter In Tokyo
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2008
Jumlah Halaman: 328
ISBN:978-602-03-3072-3
EISBN: 978-602-06-1517-2
Genre: Fiksi-Romance
Status: E-book pinjaman
Baca di aplikasi Ipusnas
Sinopsis Winter In Tokyo-Ilana Tan
–Keiko tentang Kazuto Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan––mungkin sejak Malam Natal itu––aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.
––Kazuto tentang Keiko Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.
Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun mulai terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya....
Resensi Novel Winter In Tokyo-Ilana Tan
Di kisahkan tokoh pertama muncul di dalam novel ini adalah Ishida Keiko. Dia adalah blasteran Indonesia-Jepang. Tinggal di apartemnya di kota kedua terpadat di dunia, Tokyo. Menempat di apartemen lantai 2 namun kamar sebelahnya kosong tak dihuni. Baru ada 3 kamar yang dihuni. Di lantai bawah ada sepasang kakek dan nenek Osawa selaku pemilik apartemen itu, lalu ada kakak adik Sato. Kakanya bernama Haruka dan adiknya bernama Tomoyaki. Hingga suatu hari tetangga barunya datang dengan karakter yang misterius.
Jika Kazuto adalah fotografer handal di New York, lalu Keiko adalah seorang pencinta buku. Dia bekerja di perpustakaan umum di Shinjuku tempat impiannya semenjak kecil, tempat bisa membaca sepuasnya, tanpa ganguan, dan tanpa mengeluarkan uang. Keiko sangatlah menyukai buku setiap pulang pasti ia selalu membawa beberapa buku free yang ia pinjam di tempat kerjanya.
Dan juga selanjutnya saat Kazuto mengatakan pernah melihatnya di suatu tempat. Apakah Kazuto tak salah lihat? Entah, ini bagian yang membuatku bingung. Mungkinkah Keiko adalah orang di masa lalu Kazuto. Tapi tenyata Keiko mempunyai saudara kembar, namanya Ishida Naomi. Apakah yang dimaksud dia? Naomi? Sepanjang bab yang aku baca belum menemukan kejelasan yang pasti. Mungkin saja akan terkuak di bab akhir. Baca saja yah novelnya!
Suatu hari Kazuto berada di dekat kafe yang sedang dikunjungi Keiko dan Haruka. Tanpa sepengetahuan Keiko, Kazuto yang tengah asik memotret foto di tempat itu... kemudian memotret Keiko yang tengah melamun. Lalu memandanginya. Yah mungkin ini awal di mana Kazuto memiliki perasaan yang berbeda pada Keiko. Tapi di sisi lain Keiko sedang melamunkan cinta pertamanya, Kitano Akira.
Tapi kedekatan Keiko dan Kazuto semakin erat. Terbukti ketika bola lampu di rumahnya mati, Kazuto berusaha membantunya meskipun bukan bola lampunya yang salah. Tapi kabel di kamar apartemennya yang bermasalah. Kazuto menawarkan tempat tidur di apartemennya selagi menunggu tukang listrik datang ke kamarnya. Sebab Keiko tidak suka gelap, walaupun hanya ruang duduk yang lampunya mati.
Hari-hari berlalu dengan menyenangkan antara Keiko dan Kazuto. Sampai suatu hari Keiko sedang sakit flu, dia pergi ke klinik untuk berobat. Di sana dia bertemu dengan seorang dokter yang tanpa sengaja menabraknya tepat ketika Keiko sedang menghitung uang untuk membayar obat yang harus ditebusnya. Namanya adalah..... Kitano Akira. Wow keajaiban bukan?
Tapi ketika Kitano Akira sudah berniat pergi makan malam dengan Keiko di malam natal, ternyata ada keadaaan yang mengharuskannya untuk membatalkan acara makan malamnya. Kesempatan baik ini diambil Kazuto untuk mengajak Keiko makan malam dan pergi ke pertunjukan balet.
Selepas itu tiba waktunya Keiko harus pergi ke Kyoto. Halaman rumahnya sewaktu kecil. Tapi hal buruk meyelimuti Kazuto, ada mobil hitam yang dari kemarin setelah pulang dari pertunjukan balet mengikutinya sampai sekarang.
Di stasiun Keiko akan pergi ke Kyoto. Di sini hal paling menegangkan dan paling menyenangkan tiba. Kazuto secara terburu-buru mengungkapkan maksudnya... perasaanya tepat sebelum kereta yang ditunggangi Keiko melaju.
Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Pengemudi mobil hitam itu-yang mengejar Kazuto, memang sengaja mengejarnya. Hingga hal buruk terjadi pada Kazuto. Membuatnya melupakan hal paling berharga dalam hidupnya.
Semoga bermanfaat! Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar