Langsung ke konten utama

Resensi buku Cermin Cermin Impian by Stella Olivia



 Judul Buku: Cermin-Cermin Impian

Penulis: Stella Olivia

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

Tahun Terbit: 2014

Jumlah Halaman: 196

ISBN: 978-602-02-4612-3

EISBN: 978-602-04-1273-3

Genre: Romance-Perjuangan

Status: E-book pinjaman

Baca di aplikasi Ipusnas 

Sinopsis Buku Cermin-Cermin Impian-Stella Olivia

Kau jelas berbohong kalau kau berkata bahwa kau pindah ke kudus untuk meraih impianmu. Karena sekarang aku tahu, impianmu ada di sini -- Tania. 

Hansen dan Tania berjanji mewujudkan impian bersama.

Hansen ingin punya restoran sendiri, Tania ingin menerbitkan novel-novelnya.

  Siapa sangka perjalanan mereka bersama harus terhenti karena salah satu diantara mereka menemukan impian lain, kekasih hati. 

Hansen yang menyimpan rasa dan selalu disematkan label 'teman terbaik' oleh Tania memilih pergi. Dia menyembuhkan rasa sakit hati dengan mewujudkan impiannya. 

Sendirian.

Resensi Buku Cermin-Cermin Impian by Stella Olivia  

Dua orang yang terdiri dari seorang gadis dan pria yang berteman baik sejak kecil. Hingga mereka dewasa pun pertemanannya masih saling terjaga. Mereka berjanji akan mewujudkan mimpi mereka bersama-sama sampai terwujud. Tania seorang wanita hebat yang berkeinginan menjadi penulis dan menerbitkan novelnya. Di dalam novel ini Tania diceritakan berkerja di tabloid terkenal di Jogjakarta. Banyak cerpen-cerpennya yang berhasil ia garap. Sedangkan si pria, Hansen adalah koki terbaik dan paling tampan di sebuah restoran tanpa absen dari pembeli.

Tapi diantara mereka ada yang memiliki perasaan berbeda, yah cinta. Seorang Hansen mencintai Tania dengan segenap hati. Bahkan ia yang selalu mengalah terhadap hal sepele yang Hansen dan Tania perdebatkan, mengorbankan segenap rasa supaya Tania melihat Hansen sebagai lelaki yang diandalkan. Sikap Hansen yang selalu ada untuk Tania, juga selalu dewasa jika Tania sedang menghadapi masalah, dan selalu mengerti. 

Kemunculan tokoh di awal-awal bab menyulitkan jerih payah Hansen. Leo, pria impian Tania. Bekerja di tempat yang sama, karyawan kesanyangan bosnya pak Wawan. Bagaimana dengan Hansen dan Tania dalam mewujudkan impiannya? Apakah akan berakhir dengan hadirnya seorang leo?
Buat yang penasaran baca saja novel Cermin-Cermin Impian ya!

Menurut Aku:

Mulanya aku membaca novel ini bukan karena keinginan. Yah, ini adalah awal aku mulai membaca di Ipusnas. Sebenarnya ingin meminjam novel karya Tere Liye yang berjudul Bumi. Tapi karena antriannya terlalu banyak, aku memutuskan mencari novel yang bagus sesuai dengan bacaan kesukaanku sembari menunggu giliran.

Melihat judulnya aku langsung tertarik, aku membuat kesimpulan bahwa novel ini tentang orang yang sedang mewujudkan impian dan harapannya. Tapi setelah membaca, kesimpulanku sedikit melenceng. Meskipun tidak terlalu jauh. Kedua karena covernya. Sangat unik, banyangkan saja... jarang sekali ada cover yang seperti itu sekarang. Lalu aku jadi semakin penasaran dan memustuskan untuk memasukkannya ke rak pinjaman.

Ada 11 bab dalam novel Cermin-Cermin Impian. 

Bab pertama, penulis mengenalkan para tokoh utama. Yaitu Tania dan Hansen. Meskipun secara tidak langsung, bab awal cukup berkesan sebab penulis menyajikan latar tempat yaitu restoran bernama A-Red. Dan langsung ditebak bahwa Hansen adalah seorang koki. Hansen dan Tania adalah teman yang sangat dekat. Mereka pergi bersama ke bioskop untuk menonton film. Nah kebetulan film itu menceritakan tentang kisah seorang laki-laki yang menyukai wanita diam-diam. Dan yang bikin gregetan itu ternyata di sini Hansen itu juga diam-diam menyukai Tania. Wah.... dan Tania itu tidak pernah menyadarinya. Ngeselin banget ya, tapi Hansen sabar benget mengahadapi Tania temannya yang cerewet itu.

Meskipun Hansen sedih dan terus berharap kalau suatu saat Tania bisa mengerti perasaannya. Hansen seorang koki yang hebat, sering kali Tania meminta Hansen untuk membuatnya makanan di kos Tania. Ya ampun, romantis sekali kan? Hansen selalu mengerti apa yang diinginkan gadis itu, membuatnya masakan, menonton film bersama, dan selalu ada jika membutuhkan. Padahal Hansen juga pria yang tampan dan dewasa. Tapi mengapa Tania tidak menyadarinya? Aneh. Jujur biasanya jarang kan laki-laki yang menyukai wanita diam-diam, biasanya kan kebalikannya. 

Dan ketika mereka berdua sedang membeli bahan makanan untuk makan malam Tania. Ternyata Tania bertemu dengan Leo, rekan kerjanya yang juga disukai Tania. Nah... Hansen yang melihat Tania tersenyum bahagia ke arah Leo mulai cemburu. Awalnya Leo ingin mengajak Tania dan Hansen makan malam, tapi Hansen menolak. Ya. Tentu, kalau Hansen menerima tawaran itu dia hanya akan tambah cemburu dan hatinya akan bertambah tercabik-cabik.

Selepas itu Tania hanya bercerita tentang Leo, katampanannya dan hobinya yang mirip dengan Tania. Dan disepanjang celotehan Tania, hati Hansen terus mendidih. Keesokan harinya setelah Tania mengenalkan Leo dengan Hansen sebagai koki hebat dan teman terbaik Tania. Leo ingin membuat artikel tentang makanan dan narasumbernya itu Hansen. Tania mengatakan maksud Leo kepada Hansen, ia pun setuju. Tapi dengan satu syarat.

Bab selanjutnya sepertinya Tania semakin dekat dengan Leo. Nah pasalnya Leo memuji artikel tentang masakan yang ia tulis, bahkan bosnya juga memujinya. Tania mendapat banyak pujian, tempat ia kerja juga mulai naik daun setelah Hansen menjadi narasumber untuk tabloid mingguan di tempat kerjanya. Begitu pula dengan Hansen, aku senang di bagian ini. Hansen mulai mempunyai banyak penggemar. Surat dan email dari penggemar terus meramaikan artikel masakan dengan Hansen narasumebernya.

Tapi aku sedikit sedih karena penulis sengaja menuliskan flashback saat Tania mengatakan pada Hansen kalau ia jatuh cinta dengan seseorang. Ya itu Leo.

Bab berikutnya aku dibuat bingung dengan kehadiran perempuan lain yang bukan Tania. Tapi dia sedang bersama dengan Leo. Dan saat itu juga Hansen melihatnya saat sedang berbelanja makanan di mall. Apakah itu pacar Leo? Hmmm tapi di selanjutnya dijelaskan kalau perempuan itu tidak disukai Leo. Karena ternyata di sini, Leo sudah mulai jatuh cinta dengan Tania. Lalu di malam hari tanpa mengetahui satu sama lain, Hansen sedang berada di toko buku. 

Buku yang ia beli ingin ia beri untuk Tania. Sebab kemarin Tania mengatakan bahwa ada novel yang sedang bagus dan terkenal. Tapi tanpa diduga Hansen berpapasan dengan Tania yang sedang bersama Leo. Oh! Selalu saja begini, kasihan sekali Hansen.

Bab berikutnya, aku pikir ini awal yang baik bagi Hansen. Soalnya Hansen mengajak Tania pergi makan malam di malam valentine. Yah seperti yang aku duga, Tania menyetujuinya. Meskipun ia jatuh cinta dengan Leo. Tapi Tania tahu Hansen adalah teman terbaiknya, jadi Tania tak memiliki alasan untuk menolak bukan. Besoknya Hansen kembali beruntung sebab antusias penggemar yang membaca artikel tentang Hansen sangat membludak.

Nah.... Tania berniat untuk memberikan 1 bonus resep makanan kesukaan Hansen. Lalu Hansen menyetujuinya. Yah bagi Hansen ia rela melakukan apapun apabila itu dari wanita yang disukainya, Tania.
Namun malamnya Hansen sakit, ia sebelumnya berinisiatif untuk pergi ke kos Tania lalu membuatnya makanan. Tapi Hansen tidak bisa pergi, dia sakit. Ia mengirim pesan agar Tania membeli makanan di sekitar kos saja.

Bab berikutnya Tania menjenguk Hansen yang sakit. Tapi tak berselang lama, hal paling dibenci Hansen terjadi. Leo menelpon Tania di saat Hansen dan Tania sedang sarapan bersama di taman rumahnya. Yah... Tania jadi agak menyebalkan di sini. Telepon dari Leo membuatnya harus meninggalkan Hansen yang mengalami kesedihan sangat mendalam. Awalnya Hansen tidak berniat berangkat kerja karena dia sakit. Tapi ia tidak punya pilihan lain untuk menyembuhkan rasa sakit hatinya dengan bekerja di A-Red yang memiliki banyak pengunjung. 

Malamnya Tania menelpon Hansen katanya ia ingin keluar dari kos dan ingin mencari udara segar. Tania mengeluhkan sikap Leo yang di kantor hanya membicarakan tentang pekerjaan. Sebagai teman yang baik dan ingin memberikan yang terbaik kepada wanita yang ia cintai. Hansen menghiburnya dengan mengajak Tania ke bioskop bersama.

Bab selanjutnya. Selepas pulang dari bioskop, Hansen memberikan kejutan kepada Tania. Hansen mengajak Tania pergi ke taman rumahnya yang sudah sengaja ia hiasi lampu-lampu cantik nan berkilau. Mereka melakukan hal indah bersama yang menurut Tania belum pernah diberikan oleh Leo. Tapi tetap saja, Tania masih saja belum mengerti kalau Hansen sangat mencintainya. Tania mulai berpikir bahwa Leo tidak menyukainya dan merasa gagal pada Cinta Pertamanya. Tania merasa hancur lalu menangis sejadinya dan mencurahkan semuanya kepada Hansen teman terbaikknya. Tentu saja itu membuat Hansen merasa sangat terkoyak dan terpojok.

Aku pikir ini kabar baik untuk Hansen. Tapi melihat Tania yang begitu menyukai Leo membuat hati Hansen sangat sedih. Namun rupanya dugaan Tania ternyata salah besar. Esokan harinya Leo sengaja mengajak Tania sarapan bersama di food court. Hal Sederhana itu yang membuatnya semakin gugup dan salah tingkah saat bersama dengan Leo.

Bab berikutnya setelah sebulan Leo mengajak Tania ke food court mereka jadi sering berpergian bersama. Ke rumah makan Sederhana atau ke mall berkeliling-keliling tanpa membeli apapun. Hingga suatu malam Leo mengajak Tania ke restoran mahal nan mewah. Di sana hanya 2 orang pengunjung saja dan itu adalah mereka. Mulanya mereka berdua hanya membicarakan tentang pekerjaan tapi berikutnya Leo mengatakan sesuatu yang serius. Ia menyerahkan sebuah cincin yang sangat indah kepada Tania. Dan yanh pasti Tania menerimanya dengan keadaan sangat bahagia.  

Selalu Tania mengatakan semuanya pada Hansen, sebenarnya mereka sama-sama tidak percaya bahwa Leo akan melakukan hal seperti itu tapi Hansen tidak punya pilihan lain. Ia memilih melarikan diri dari kota Jogjakarta, padahal sebenarnya ia ingin melarikan diri untuk menyembuhkan hatinya hancur lebur dan musnah. Sejujurnya Hansen masih ingin mewujudkan mimpinya bersama Tania. Tapi dia tidak sanggup melihat Tania sudah akan dimiliki orang lain.

Di bab selanjutnya ini, Hansen mengatakan semuanya pada Tania. Tentang dia yang ingin pergi ke Kudus untuk mewujudkan impiannya yaitu membangun restoran sendiri dengan jerih payahnya. Sepertinya aku pikirkan di sini Tania menangis. Hatinya terasa sakit dan sedih. Dia merasa bahwa Hansen terlalu terburu-buru, tapi apa daya itu adalah impian Hansen. Padahal Tania ingin mewujudkan mimpinya membuat novel dan mewujudkan impian Hansen membuat restoran bersama-sama.

Semuanya terlambat. Tania menyerah pasrah. Sama halnya Hansen, perasaanya campur aduk saat dia masuk ke dalam bus Akankah mereka bertemu kembali? Dan malamnya dia terus menangis dalam-dalam. Matanya bengkak karena menangis sepanjang malam. Pagi harinya Leo membicarakan sesuatu yang serius pada Tania. Apakah itu.... penasaran? Baca saja yah novelnya.

Di bab akhir semua keraguanku pada Leo akhirnya terungkap. Dan sebuah kebetulan yang membawa akhir dari novel ini terjadi. Tania yang sedang menghadiri pemakaman pamannya yang wafat. Ia bertemu dengan Hansen yang kebetulan berada di tempat yang sama. Yah... sebab paman Tania adalah kenalan dari ibu Hansen yang telah membantu ibunya mendapat pekerjaan.

Alasanku sederhana memilih novel ini. 

1. Pertama yang sudah aku sebutkan tadi. Yaitu covernya. Di gambar paling atas ada gambar perempuan. Dan di gambar bawah itu perempuan atau laki-laki ya? Tapi siapa kalau laki-laki? Apakah Leo atau Hansen. Kalian akan menemukan jawabannya jika kalian membaca novel dan melihat cover bagian belakangnya.




2. Sinopsis
Di sinopsis isyaratkan bila Hansen dan Tania benar-benar sudah berpisah. Jujur aku takut Hansen tidak mendaptkan cinta partamanya, Tania. Karena di sinopsis tertulis jika Hansen memilih pergi dari kota Jogjakarta sebab terlalu sakit hati melihat Tania sudah bersama dengan orang lain. Tapi tetap saja aku penasaran. Kemana penulis akan membawa pembaca mengikuti alurnya? Seperti apa akhirnya?

3. Novel milik Stella Olivia ini merupakan novel pertamanya. Dan novel ini sangat aku rekomendasi untuk kalian yang ingin belajar menulis. Sama seperti aku yang sedang belajar membuat cerpen. Bisa dibilang cocok untuk penulis pemula yang ingin membuat cerita. Penyampaian alurnya jelas. Kebingunan jalan cerita pasti akan dijelaskan di bab selanjutnya oleh penulis.

4. Ada bab yang bikin aku gregetan sama sikap Tania yang ngga bisa peka-peka. Ya aneh coba. Masa dia ngga sadar kalau Hansen itu suka sama Tania. Dan di setiap kali Leo hadir bersama Tania. Rasanya pengin nangis. Hansen selalu memilih diam, dan memendam rasa sakitnya sendiri. Tapi.... Hansen selalu menghibur Tania jika ia merasa sendiri dan ketika Leo hanya mengajaknya pergi dengan membawa percakapan pekerjaan saja. Hansen yang selalu mengerti. Ya aku harap, Tania mengerti. Dan penulis bisa memberi akhir yang lebih baik bagi Hansen.

5. Kekeliruanku akan tokoh Leo di sini. Aku pikir ia playboy atau sejenisnya. Tapi asumsiku salah, dia laki-laki yang bijaksana dan sangat luar biasa. Yah.... kuharap Tania bisa bersamanya.

6. Akhir cerita yang melegakan. Rasa dag-dig-dug dari mulai membaca bab 7-11 !akhirnya membawa angin segar. Aku cukup puas dengan akhir ceritanya. Jika kalian membaca ini aku yakin kalian akan puas dan merasa tenang. Yang pasti Hansen dan Tania berhasil mewujudkan impiannya. Meski tak bersama-sama.

Nah bagaimana tertarik bukan? Jadi kalian bagaimana, pernah diam-diam mencintai seseorang dan itu teman kalian sendiri?

Overall. Novel Cermin-Cermin Impian by Stella Olivia aku katakan sangat bagus dan menarik. 4 bintang aku beri pada novel pertama milik Stella Olivia ini.

Semoga menghibur dan bermanfaat. Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini! Terima kasih banyak 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quotes Berharga dari Buku: Berani Tidak Disukai

    Buku ini mengingatkanku akan novel filsafat karya Jostein Gaarder berjudul Dunia Shopie yang tebalnya bisa buat bantal tidur. Halamannya ngga terlalu banyak cuman 300-an, terus isinya condong ke arah psikologi dan juga filsafat. Gaya penyampaian yaitu dengan diskusi dua arah antara filsuf dan seorang pemuda. Anonim saja. Terkait tokoh tidak perlu dipusingkan. Karena sorot utama dari buku ini adalah isinya. Kenapa bisa mirip (sedikit) dengan Dunia Shopie? Itu disebabkan pendekatan solusi yang diberikan penulis pada buku ini menggunakan dialog atau diskusi. Jadi langsung to the point antara sang tokoh alias pemuda yang gelisah dengan hidupnya yang terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan kepada sang filsuf. Hal yang sama berlaku pada Shopie yang menanyakan hakikat hidup, dunia dan seisinya pada seorang filsuf dengan media surat. Intinya keduanya mengarah ke satu titik yakni :Why? Alias bertanya. Untuk memahami buku ini tidak cukup satu kali, bahasanya yang cu...

Review Novel: Ranah 3 Warna

Hey kembali lagi dengan aku yang sudah menghilang tak kembali pulang... Pertama-tama aku buat blog ini secara tidak sengaja. Bagi kalian yang sudah mengikuti akun ig ku mungkin tahu lah ya... kalau aku adalah reviewer... booksgramer atau apalah itu. Dan kali ini aku mau review novel yang baru selesai kubaca. Ini novel best benget deh, saking bestnya reviewku gak muat di caption Ig. Karena aku gak tahan buat agak sedikit spoiler, aku masukin review selengkapnya di blog ini. Semoga setelah membaca reviewku kalian tertarik membacanya. Tapi sejujurnya aku pingin minta kalian baca novelnya karena bagus banget. Simak reviewku di bawah ini ya.. 🍁🍁🍁 Novel Ranah 3 Warna ini merupakan buku ke dua dari trilogi novel Negeri  5 Menara yang fenomenal. Menceritakan kembali perjuangan Alif si mantan anak Pondok Madani yang memiliki impian seperti BJ. Habibie yang bisa berkuliah di ITB jurusan Penerbangan dan bisa merantau ke negeri orang yaitu Amerika. Tapi sebagai anak lulusan pondok, dia haru...

REVIEW NOVEL TERE LIYE: HUJAN

Tebak kapan terakhir kali aku membaca karya Tere Liye? Bulan Januari! Tidak begitu lama ya kan. Sekarang novel Hujan karyanya baru saja kutamatkan. Semenjak membaca dari awal hingga pertengahan aku merasa ada yang mengganjal alias kurang sreg. Aku senang ketika kebagian juga membaca buku itu, tidak terhitung lagi hampir 2 tahun lebih mengantre tidak dapat-dapat saking banyaknya yang ingin meminjam. Dulu meminjam pertama di Ipusnas, gila betul ada puluhan ribu orang mengantre buku itu. Se hit apa sih? Apa betul seperti kata orang-orang kalau novel Hujan itu sebagus itu? Mendem ngantre di Ipusnas aku beralih ke RBK. Sama-sama antre tetapi lebih baik. Toh setelah hampir 1 tahun aku dapat juga.  Dari segi alur nya emang ringan tapi anti mainstrem yakni kehidupan manusia tahun 2040 yang semuanya serba canggih, pakai teknologi, tenaga manusia mulai jarang dipakai (ini bagian yang paling ngga aku suka, rasanya pengin protes), ilmu pengetahuan menjadi solusi utama umat manusia. Namun berb...